Pernahkah Anda menemukan pakaian yang rusak setelah dicuci? Permasalahan ini cukup sering terjadi dan terus berulang. Tetapi, sayangnya, tidak sedikit kalangan yang belum menyadarinya. Tentu, ada banyak hal yang bisa menjadi sebab dari masalah ini. Salah satu yang kerap diabaikan dan dianggap sepele adalah jenis bahan pakaian yang berbeda.
Anda perlu tahu bahwa bahan pakaian yang berbeda memerlukan penanganan yang berbeda pula. Inilah kenapa ketika Anda hanya asal mencampur berbagai pakaian dan mencucinya seperti biasa, pakaian yang dicuci akan rusak.
Nah, pada kesempatan ini akan dibahas beberapa jenis bahan pakaian yang perlu penanganan khusus yang wajib Anda perhatikan agar kesalahan pencucian tidak terjadi lagi. Simak ulasannya!
Jenis Bahan Pakaian yang Memerlukan Perlakuan Khusus
Sebagaimana disinggung sebelumnya, jenis bahan pakaian yang berbeda terkadang memerlukan perlakuan yang berbeda. Inilah kenapa sebelum Anda mulai mencuci, terutama pakaian khusus, seperti gaun pengantin, jas, dan jenis pakaian lainnya, Anda perlu mengetahui apa jenis bahan tersebut.
Berikut beberapa jenis bahan pakaian yang memerlukan perlakuan khusus, di antaranya:
1. Sutra

Dikenal sebagai bahan pakaian kelas atas, sutra termasuk salah satu jenis bahan pakaian yang memerlukan perlakuan khusus. Seperti diketahui, bahan pakaian yang satu ini memiliki tekstur yang halus, lembut serta ringan. Terlihat elegan memang. Tetapi, kesalahan dalam pencucian akan langsung berpengaruh pada tampilan serta kekuatan seratnya.
Apabila dicuci dengan deterjen biasa, serat sutra dapat kehilangan kilau alaminya. Selain itu, penggunaan air panas untuk membersihkan noda yang membandel pun justru akan membuat kain terlihat lebih kusam.
Lalu, bagaimana mencuci kain sutra sebaiknya?
Untuk perawatan di rumah, pakaian berbahan dasar sutra bisa dibersihkan dengan cara pencucian secara manual menggunakan deterjen khusus. Proses pencucian juga sebaiknya dilakukan secara lembut tanpa diperas dengan keras. Serta, untuk pengeringan, keringkan pakaian di tempat teduh dan terhindar dari paparan sinar matahari secara langsung karena bisa memudarkan warna.
2. Wol

Bahan pakaian lain yang juga perlu penanganan khusus adalah wol. Seperti diketahui, wol cukup sering dijadikan bahan pembuatan sweater, cardigan atau jenis pakaian hangat lainnya. Alasan sederhana, wol memiliki karakter yang cukup tebal dan elastis sehingga nyaman saat dipakai.
Hanya saja, tidak sedikit yang mengetahui bahwa bahan wol memerlukan perlakuan khusus saat pencucian. Kesalahan pencucian seperti penggunaan air panas hanya karena ingin membersihkan noda membandel bisa membuat pakaian berbahan wol menyusut setelah pencucian.
Agar tetap aman, wol sebaiknya dicuci menggunakan air dingin dan deterjen khusus wol. Proses pencucian dilakukan dengan gerakan minimal tanpa dipelintir. Setelah dicuci, wol lebih baik dikeringkan dengan cara dibentangkan agar bentuk aslinya tetap terjaga.
3. Linen

Anda tentu familiar dengan bahan yang satu ini, bukan? Linen dikenal sebagai bahan yang adem dan sering dipilih untuk pakaian harian. Meski terlihat kuat, serat linen sebenarnya cukup sensitif sehingga memerlukan perlakuan khusus saat pencucian.
Salah satu ciri khas linen adalah jenis bahan pakaian ini cenderung mudah kusut dan bisa mengeras jika dicuci sembarangan. Selain itu, penggunaan air panas dan mesin pengering dapat menyebabkan linen menyusut dan kehilangan kelembutannya.
Untuk perawatan di rumah, linen sebaiknya dicuci dengan air dingin atau hangat suam-suam kuku. Selain itu, ada baiknya jika Anda menghindari penggunaan pengering mesin dan memilih menjemur secara alami. Satu lagi, menyetrika pakaian berbahan linen saat kondisi masih sedikit lembab akan membantu mendapatkan hasil yang lebih rapi tanpa merusak seratnya.
4. Rayon

Jenis bahan pakaian lain yang juga memerlukan perlakuan khusus saat pencucian adalah rayon. Rayon menjadi salah satu bahan pakaian favorite karena tampilannya menyerupai sutra namun memiliki harga yang lebih terjangkau. Bahan ini pun terasa lembut saat dikenakan.
Namun, rayon memiliki kelemahan utama, yaitu sangat sensitif terhadap air dan tekanan. Jika tidak ditangani dengan benar, rayon mudah berubah bentuk. Misalnya, saat basah, serat rayon menjadi lebih lemah dan lebih rentan rusak.
Untuk mencuci rayon di rumah, pakaian berbahan dasar rayon sebaiknya dicuci manual dengan air dingin. Gunakan deterjen ringan dan hindari memeras terlalu keras. Selain itu, saat menyetrika, gunakan suhu rendah dan lapisi pakaian dengan pelindung agar permukaannya tetap halus.
5. Denim

Denim sering dianggap sebagai bahan yang kuat dan tahan banting. Namun, Anda perlu tahu bahwa denim juga termasuk jenis bahan pakaian yang memerlukan perlakuan khusus. Kesalahan mencuci denim dapat menyebabkan warna cepat pudar dan tekstur menjadi kaku. Masalah ini sering muncul pada jaket jeans yang sering dipakai.
Selain itu, gesekan dengan pakaian lain juga berisiko menimbulkan bekas pudar yang tidak merata. Apalagi jika Anda mencuci denim menggunakan deterjen yang tidak tepat. Nantinya, serat denim akan menjadi kasar dan kenyamanan saat dipakai pun berkurang.
Agar denim tetap awet, sebaiknya dicuci dalam kondisi dibalik dan menggunakan air dingin. Hindari mencuci pakaian berbahan denim terlalu sering jika tidak benar-benar kotor. Pengeringan alami juga lebih disarankan agar warna dan tekstur denim tetap terjaga.
Beberapa poin di atas adalah berbagai jenis bahan pakaian yang perlu penanganan khusus saat dicuci. Sebagai tambahan, bahan lain yang perlu diperhatikan saat mencuci adalah chiffon yang biasa digunakan untuk membuat busana muslim.
Memang, Anda bisa saja melakukan perawatan pakaian dengan bahan khusus tersebut di rumah. Namun, jika Anda menemukan noda membandel yang susah dihilangkan atau kekhawatiran serat baju akan rusak, MOS Laundry siap membantu.
Dengan layanan laundry kiloan Jogja, kami menyediakan laundry terjangkau yang bisa Anda manfaatkan. Tak hanya itu, kami juga memiliki layanan laundry express Jogja. Dengan layanan ini, proses pencucian selesai lebih cepat dan Anda tidak perlu menunggu terlalu lama!