Ini Cara Merawat Clodi yang Tepat, Perhatikan Langkah-langkahnya!

Clodi bayi, Sumber: amazonaws.com

Masalah ruam popok sering menjadi kendala bagi ibu yang memiliki bayi. Di samping masalah kesehatan kulit bayi, ruam popok juga tentu sangat mengganggu kenyamanan si kecil. Solusinya, kini banyak ibu beralih menggunakan cloth diaper atau yang lebih sering disebut clodi. Selain diklaim lebih sehat, cara merawat clodi pun cukup mudah.

Tak hanya itu, inovasi popok kain modern ini juga lebih hemat dibandingkan dengan diaper sekali pakai. Ya, layaknya popok kain konvensional, popok kain modern yang terbuat dari suede, microfiber atau kain bamboo ini juga dapat dicuci dan digunakan hingga berkali-kali. Anda hanya perlu mengganti bagian bantalan dalam yang sudah basah dan kotor.

Jika Anda masih belum familiar dengan popok kain modern ini, ikuti panduan berikut agar tidak salah dalam penggunaan dan perawatannya!

Apa Saja yang Perlu Diperhatikan dalam Perawatan Clodi?

Perawatan clodi bayi, Sumber: amazonaws.com
Perawatan clodi bayi, Sumber: amazonaws.com

Sebelum membahas bagaimana cara merawat clodi, Anda perlu mengetahui hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan agar clodi tetap awet. Pertama, Anda perlu mengetahui jika produk ini terdiri dari dua bagian yang dapat dipisahkan, yakni bagian cover dan bagian insert.

Bagian insert atau bagian dalam ini dapat dilepas pasang. Yang mana bagian inilah yang nantinya harus sering diganti ketika sudah terkena air kencing bayi. Sementara bagian cover yang umumnya berbentuk seperti celana dalam bayi bisa digunakan tanpa harus sering diganti.

Kemudian yang kedua yaitu kenali jenis bahan yang digunakan. Seperti yang disebutkan di atas, clodi bisa terbuat dari beberapa jenis kain. Namun yang paling umum dijumpai yakni microfiber, bamboo dan suede. Ketiga jenis kain ini memiliki ketahanan yang baik dan daya serap terhadap air cukup baik.

Hanya saja, masing-masing jenis bahan tersebut membutuhkan perawatan yang berbeda. Misalnya, kain microfiber yang cenderung lembut namun mudah menyerap air bisa dicuci menggunakan sikat lembut. Sementara kain suede tidak disarankan untuk dicuci menggunakan sikat.

Terakhir, Anda perlu mengecek bagian perekat. Ada dua jenis perekat yang biasanya digunakan pada clodi, yaitu pengait berbasis Velcro atau yang lebih dikenal dengan sebutan prepetan, dan pengait kancing. 

Nah, jika clodi milik Anda menggunakan pengait Velcro, maka hindari mencucinya berbarengan dengan kain lembut, karena berisiko merusak permukaan kain. Sementara untuk pengait kancing, perawatannya lebih fleksibel dan mudah.

Cara Mencuci Clodi yang Perlu Diperhatikan

Cara mencuci clodi, Sumber: hstgr.cloud
Cara mencuci clodi, Sumber: hstgr.cloud

Sebelumnya sudah disebutkan, jika clodi terdiri dari dua bagian, yakni bagian cover dan insert. Kedua bagian ini dapat dilepas pasang untuk disesuaikan dengan kebutuhan. Nah, saat akan mencuci clodi, pastikan Anda sudah memisahkan kedua bagian tersebut.

Kemudian ikuti langkah-langkah berikut:

  • Pisahkan cover dan insert clodi seperti yang sudah dijelaskan di atas.
  • Rendam insert clodi dalam deterjen baju bayi selama 30 menit.
  • Bagian cover cukup dibilas dan dikucek secara lembut.
  • Kucek insert clodi, untuk bagian yang terkena pup bayi maka bisa disikat menggunakan sikat lembut.
  • Bilas insert dan cover clodi kemudian keringkan dengan cara diangin-anginkan.

Setelah clodi bersih dan kering, selanjutnya Anda bisa menyimpannya di lemari untuk digunakan kembali saat dibutuhkan.

Tips Tambahan Merawat Clodi

Tips merawat clodi, Sumber: sakulaundry.com
Tips merawat clodi, Sumber: sakulaundry.com

Selain beberapa hal penting di atas, Anda juga perlu memperhatikan tips sederhana ini.

1. Hindari Menggunakan Pemutih

Beberapa dari Anda mungkin sering merasa putus asa dengan noda kuning bekas pup bayi. Hingga akhirnya memutuskan untuk menggunakan pemutih agar noda membandel tersebut dapat hilang.

Padahal, ini bukan keputusan tepat. Pemutih pakaian dapat merusak permukaan dan tekstur kain. Bahkan, bahan aktif pada pemutih juga berisiko menyebabkan iritasi pada kulit bayi. Tentu, Anda tidak ingin hal ini terjadi, bukan?

Solusinya, Anda bisa menggunakan sabun mandi batang dan sabun cuci piring untuk menghilangkan noda kuning tersebut. Cuci secara telaten hingga noda benar-benar hilang.

2. Jangan Menyetrika Clodi

Cover clodi memiliki lapisan waterproof yang biasanya terbuat dari bahan yang tidak tahan panas. Begitu juga bagian karet pinggang clodi yang biasanya dilapisi dengan bahan tahan air.

Bagian tersebut sangat tidak disarankan untuk disetrika, karena dapat merusak ketahanannya terhadap air. Jika sudah demikian, maka fungsi clodi tidak lagi maksimal, bahkan menjadi mudah bocor.

3. Gunakan Air Dingin Saat Mencuci

Alih-alih merendam clodi menggunakan air panas, Anda bisa memilih menggunakan air dingin. Penggunaan air dingin lebih ramah terhadap struktur kain dan tidak berisiko merubah permukaan air.

Durasi merendam clodi pun tidak perlu terlalu lama, cukup 15-30 menit saja. Lagi-lagi alasannya yaitu untuk menjaga keawetan struktur dan permukaan kain.

Meski terdengar sederhana, namun kesalahan dalam cara merawat clodi bisa membuat fungsi popok kain modern ini tidak maksimal. Bahkan, clodi menjadi mudah bocor dan menyebabkan iritasi pada kulit bayi yang masih sensitif.

Cuci Clodi dan Perlengkapan Bayi Lainnya di MOS Laundry Express

Layanan laundry express dari MOS Laundry, Sumber: dok pribadi
Layanan laundry express dari MOS Laundry, Sumber: dok pribadi

Tidak mau repot melakukan perawatan ekstra pada perlengkapan bayi Anda? Tak perlu khawatir, MOS Laundry Jogja hadir sebagai solusi bagi Anda yang memiliki kesibukan tinggi dan tidak sempat mencuci berbagai perlengkapan bayi.

Selain clodi dan pakaian bayi, MOS Laundry Express Jogja juga menyediakan layanan seperti cuci stroller Jogja, sofa dan furniture besar lain. Layanan laundry kiloan Jogja juga tersedia dengan harga yang bersahabat. 

Seluruh layanan ini bisa Anda dapatkan dengan hasil maksimal, proses cepat dan harga kompetitif. Hubungi MOS Laundry Express sekarang untuk informasi lengkapnya!