Masalah kulit sensitif pada bayi merupakan tantangan yang cukup membingungkan bagi ibu. Bukan hanya perkara memilih skincare dan body care yang cocok untuk kulit si kecil. Tetapi, ibu juga harus memperhatikan pemilihan detergen yang tepat, hingga cara mencuci baju bayi secara benar agar tidak ada residu detergen yang kerap menyebabkan gatal.
Ya, tanpa disadari, kesalahan kecil seperti cara mencuci baju yang kurang tepat ternyata bisa menjadi pemicu masalah kulit sensitif pada bayi. Jika tidak diatasi segera, bukan tidak mungkin residu detergen pada baju bayi bisa memicu masalah yang lebih serius dan membutuhkan penanganan khusus.
Maka dari itu, sebelum masalah muncul pada kulit si kecil yang sensitif, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut. Simak sampai akhir ya!
Apa Saja yang Perlu Diperhatikan Saat Mencuci Baju Bayi

Berbeda dengan kulit orang dewasa yang cenderung lebih “kebal” terhadap paparan berbagai bahan kimia. Kulit bayi yang cenderung masih tipis umumnya lebih sensitif terhadap produk kimia, termasuk bahan aktif pada detergen.
Oleh sebab itu, beberapa hal berikut tak boleh Anda abaikan saat mencuci pakaian baji.
1. Gunakan Detergen Khusus Bayi

Saat ini, ada begitu banyak merk detergen yang diformulasi khusus untuk kulit bayi yang sensitif. Biasanya, detergen khusus untuk bayi ini tidak mengandung pemutih, pewangi sintetis dalam takaran berlebihan, serta sudah hypoallergenic dan memiliki pH yang seimbang.
Karakteristik tersebut tentu jauh berbeda dengan detergen biasa, yang umumnya memiliki sejumlah bahan aktif untuk memberikan efek bersih lebih instan. Belum lagi bahan aktif keras yang biasanya digunakan untuk membersihkan noda membandel pada material baju.
2. Pisahkan dengan Pakaian Dewasa
Mengapa memisahkan pakaian bayi dan dewasa sangat dianjurkan? Sebelumnya, tentu Anda menyadari bahwa orang dewasa cenderung memiliki aktivitas yang lebih padat. Hal ini tentu membuat pakaian yang dikenakan orang dewasa menjadi lebih kotor. Belum lagi tambahan bahan kimia yang menempel pada baju orang dewasa, seperti parfum.
Ketika pakaian dewasa direndam bersamaan dengan baju bayi, tentu kotoran dan bahan kimia pada pakaian dewasa bisa beralih ke baju bayi. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa pakaian dewasa sebaiknya tidak dicuci bersamaan dengan baju bayi. Yakni untuk menghindari perpindahan kotoran dan bahan kimia yang menempel pada pakaian dewasa ke baju bayi.
3. Perhatikan Jumlah Penggunaan Detergen
Alih-alih menggunakan detergen secara berlebihan dengan alasan agar hasil cuci baju lebih maksimal, hal ini justru sangat tidak direkomendasikan. Sebaiknya, gunakan detergen dalam jumlah yang secukupnya saja.
Bukan sekadar untuk menghemat pengeluaran bulanan Anda, tetapi menggunakan detergen dengan takaran yang pas dan tidak berlebihan justru sekaligus bisa menjaga masa pakai baju bayi.
4. Bilas Lebih dari 1 Kali
Walaupun baju terasa sudah bersih dari sabun setelah dibilas satu kali, cobalah untuk mengulangi proses bilas baju. Proses ini dilakukan untuk memastikan tidak ada residu detergen yang tersisa pada serat pakaian.
Ya, sekalipun Anda menggunakan detergen khusus bayi, atau detergen dengan embel-embel bahan alami, tetapi penggunaan secara berlebih bukanlah keputusan bijak. Residu detergen pada pakaian bayi justru bisa membuat pakaian cepat rusak dan tentu saja berisiko pada kulit bayi yang sensitif.
5. Hindari Penggunaan Pelembut Pakaian
Selama ini, Anda mungkin mengira jika pelembut pakaian adalah produk yang baik untuk pakaian baju. Di mana pelembut pakaian berfungsi untuk menjaga kelembutan serat kain, sekaligus memberi sensasi harum yang lebih tahan lama.
Tapi, faktanya beberapa pelembut pakaian memiliki kandungan parfum dan bahan kimia yang cukup kuat. Padahal, dua bahan tersebut sebaiknya dihindari, karena merupakan pemicu alergi.
Alternatifnya jika ingin pakaian anak selalu lembut, Anda bisa menjemurnya di tempat yang teduh, menyetrika dengan suhu rendah serta mengibaskan pakaian sebelum dijemur.
6. Jemur di Tempat yang Bersih

Khusus untuk pakaian bayi, Anda disarankan untuk menjemurnya di bawah sinar matahari langsung. Alasannya yakni karena sinar matahari mampu membunuh bakteri secara alami, yang mana bakteri ini sering menjadi biang gatal atau masalah kulit lain. Menjemur di bawah sinar matahari juga sekaligus bisa membantu mengatasi masalah baju bayi berjamur.
Di samping itu, sinar matahari juga bisa membantu menghilangkan aroma apek pada kain. Sehingga, Anda tidak membutuhkan pewangi tambahan. Tetapi, tetap pastikan area jemur bersih dan terhindar dari debu maupun polusi udara lain, ya!
7. Setrika untuk Sterilisasi Lebih Maksimal
Bukan sekadar merapihkan baju, menyetrika pakaian bayi juga merupakan cara tepat untuk sterilisasi. Ya, suhu panas dari setrika dapat membunuh bakteri yang menempel pada serat kain, sehingga baju lebih aman digunakan bayi.
Namun, tetap perhatikan suhu setrika. Sebaiknya, gunakan suhu rendah agar serat kain awet dan baju tetap lembut.
Bagaimana, mudah bukan cara mencuci baju bayi agar si kecil terhindar dari alergi akibat residu detergen? Lakukan step-step di atas secara telaten, agar baju si kecil bersih, rapi dan awet.
MOS Laundry Express, Solusi Praktis untuk Perawatan Baju Si Kecil

Meski terlihat simpel, kami memahami jika tidak semua ibu memiliki waktu cukup untuk mencuci dan merawat pakaian si kecil. Maka dari itu, MOS Laundry Express hadir sebagai solusi cerdas untuk Anda.
MOS Laundry menyediakan layanan laundry kiloan Jogja untuk mencuci pakaian bayi dan berbagai perlengkapan bayi lainnya, seperti stroller. Seluruh produk yang digunakan merupakan sabun khusus bayi, sehingga aman untuk kulit sensitif anak Anda.
Informasi layanan lain, seperti cuci stroller Jogja, cuci sofa dan lainnya, bisa Anda dapatkan dengan menghubungi Mos Laundry sekarang!